Strategi pembelajaran kimia berbasis komputer yang mudah untuk sekolah menengah atas

          Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah di tetapkan dapat dicapai secara efisien dan efektif. cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. strategi belajar diskusi kelompok akan meningkatkan aktivitas belajar siswa seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif dan sikap terbuka. pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut sekaligus memiliki keterampilan memecahkan masalah.
          Ada 5 fase atau tahap yang perlu dilakukan secara sistematik dan sistemik dalam pengkajian pengembangan kimia berbasis komputer menurut Borg dan Gall, antara lain :
pertama, analisisberupa studi pendahuluan, yang meliputi pengkajian teori-teori yang relevan berhubungan dengan tema penelitian dan melakukan prasurvei di sekolah menengah atas (SMA) berkenaan dengan model pembelajaran yang pada saat ini dipakai. termasuk didalamnya adalah dengan mengidentifikasi kan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian, kebutuhan belajar dan masalah yang muncul dalam pembelajaran. analisis karakteristik siswa sebagai sasaran juga dilakukan. hal ini dikarenakan siswa sebagai subjek coba penelitian yang nantinya akan digunakan dan belajar materi yang dikembangkan.
           Kedua, mebuat desain kegiatan -kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah menentukan tujuan, membuat desain pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peneliti, melaksanakan prosedur pengembangan dan menguji kelayakan terbatas pada review. tujuan mendesain model pembelajaran berbantuan komputer tersebut disesuaikan dengan karakteristik an kebutuhan siswa. ketiga, valiasi produk model pembelajaran berbantuan komputer yang dilakukan oleh tim ahli, diantaranya ahli isi/materi, ahli media dan ahli desain. validasi dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kebenaran dan cakupan materi pembelajaran, dari data tersebut akan digunakan untuk merevisi dan meningkatkan kualitas media pembelajaran.
            Keempat, uji coba produk. untuk mengumpulkan data yang akan digunakan sebagai penetapan tingkat efektivitas, efisiensi, dan daya tarik produk sebagai hasil pengembangan adalah tujuan dari perlunya uji coba produk. kegiatan uji coba produk pada dasarnya dilakukan sebagai lamgkah evaluasi formatif yang terdiri dari uji coba perorangan ( a one to one formative evaluations), uji coba kelompok kecil (small-group trial) dan uji coba lapangan awal dalam skala terbatas dengan melibatkan subjek sebanyak 3 subjek. pada langkah ini  pengumpuln dan analisis data dapat dilakukan dengan cara memberi angket. merevisi hasil uji coba, yaitu melakukan perbaikan terhadap produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil uji coba awal. uji kelomok kecil melibatkan siswa dalam bentuk kelompok kecil yang terdiri dari 10 orang siswa. penyempurnaan produk hasil uji kelompok kecil yaitu melakukan perbaikan/penyempurnaan terhadap hasil uji coba lebih luas, sehingga produk yang dikembangkan sudah merupakan desain model operasional yang siap divalidasi. uji pelaksanaan lapangan, yaitu langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan. penyempurnaan produk akhir yaitu melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan guna menghasilakn produk akhir (final ). kelima, melakukan sosialisasi dan diseminasi model pembelajaran berbantuan komputer, apabila terbukti secara empirisdan efektif kesejumlah sekolah menengah atas.

Komentar